Ruang Belajar Mindfulness, Neurosains, serta Kesehatan Mental

” Wherever you go, there you are.”

Apa itu Mindfulness?

Time Magazine, salah satu media terkemuka dunia melaporkan tahun 2014 selaku tahun mindfulness.

Statment tersebut bukan tanpa alibi. Mindfulness jadi suatu pendekatan yang sangat kerap diaplikasikan tidak hanya Cognitive Behavior Therapy oleh para praktisi psikologi, spesialnya di Amerika Serikat.

Penelitian- penelitian mindfulness tumbuh sangat pesat semenjak dini tahun 1980. Kenyataan mengejutkan yang lain, 25% dari segala pegawai industri di Amerika Serikat sempat memperoleh pelatihan mindfulness.

Kemudian apa sesungguhnya mindfulness?

Germer, Siegel, serta Fulton( 2005) mengatakan mindfulness merupakan sesuatu keadaan pemahaman pada dikala ini dengan penuh penerimaan.

Mindfulness menekankan pada pemahaman, jadi siuman seluruhnya pada perihal yang terjalin dikala ini dengan alihkan pengalaman yang lain, diterima seluruhnya tanpa evaluasi( Mace, 2008) Training Silent Mindful Listening .

Mindfulness ialah sesuatu keahlian dalam membagikan atensi dengan berfokus pada satu tujuan, dikala ini, serta tidak memperhitungkan( Kabat- Zinn, 1990).

Sederhananya mindfulness ialah sesuatu keadaan di mana benak, perasaan, serta badan kita terletak pada dikala ini, tidak mengembara ke masa kemudian ataupun masa depan.

Mindfulness sangat berorientasi pada hidup dikala ini. Konsep hidup dikala ini( living in the present) berbeda dengan hidup buat dikala ini( living for the present). Hidup buat dikala( living for the present) ini bisa membuat seseorang orang berperilaku dengan tidak memikirkan konsekuensi yang terjalin di masa depan.

Sedangkan hidup pada dikala ini( living in the present) meningkatkan sikap bersumber pada kontrol diri serta pencapaian tujuan yang lebih efisien( Brown, Ryan,& Creswell, 2007).

Baca Juga : Manakah Perawatan Jerawat Terbaik? Tergantung

Orang yang sehat serta senang meningkatkan kehidupan yang mindful. Pikirannya tidak mengembara kemana- mana, baik ke masa kemudian ataupun masa depan.

Umumnya orang yang hidup di masa kemudian masih memendam kekecewaan, kemarahan, kekesalan, dendam, serta perasaan bersalah. Sebaliknya orang yang hidup di masa depan ialah jenis orang yang takut serta takut kelewatan, tidak hanya itu hidupnya pula cenderung terburu- buru serta tidak tenang.

Hingga, apakah Kamu tercantum orang yang meningkatkan kehidupan yang mindful?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *